ArticleFinance & Accounting  PSAK 14: Persediaan
Rabu, 16 April 2014
Finance & Accounting
Aspek Akuntansi untuk Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara
PSAK 14: Persediaan
by: Prianto Budi Saptono
Foto PSAK 14: Persediaan

9. PSAK 14: Persediaan

A. Tujuan dan Ruang Lingkup PSAK 14 (Revisi 2008)

PSAK 14 (Revisi 2008) ini berlaku efektif untuk laporan keuangan yang mencakup periodeang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2009. Ruang lingkupnya terlihat pada Tabel II.21.
PSAK ini berbeda dengan PSAK-PSAK lainnya karena sejak revisi 2008 PSAK ini telah mengadopsi standar akuntansi internasional, IAS 2 (2003): Inventories. Sementara itu, IAS 2 (2003) tersebut
tidak mengalami perubahan sampai dengan diterbitkannya IFRS yang berlaku mulai 1 Januari 2009.Hal ini terlihat dalam buku IFRS as issued at 1 January 2009 hal. 982 (IASFC, 2009).

Tabel II.21 Tujuan & Ruang Lingkup PSAK 14 (Revisi 2008)

Perihal Deskripsi
Tujuan
  • PSAK 14 (Revisi 2008) mengatur perlakuan akuntansi untuk persediaan. Permasalahan pokok dalam akuntansi persediaan adalah penentuan jumlah biaya yang diakui sebagai aset dan perlakuan akuntansi selanjutnya atas aset tersebut sampai pendapatan terkait diakui.
  • PSAK 14 (Revisi 2008) menyediakan panduan dalam menentuan biaya dan pengakuan selanjutnya sebagai beban, termasuk setiap penurunan menjadi nilai realisasi neto.
  • PSAK 14 (Revisi 2008) juga memberikan panduan rumus biaya yang digunakan untuk menentukan biaya persediaan.
Ruang
lingkup
  • PSAK 14 (Revisi 2008) diterapkan untuk semua persediaan, kecuali:
    a) pekerjaan dalam proses yang timbul dalam kontrak konstruksi, termasuk kontrak jasa yang terkait langsung (lihat PSAK 34: Akuntansi Kontrak Konstruksi);
    b) persediaan yang terkait dengan real estat (lihat PSAK 44: Akuntansi Aktivitas Perkembangan Real Estat);
    c) instrumen keuangan (lihat PSAK 50: Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan dan PSAK Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran);
    d) aset biolojik terkait dengan hasil hutan (lihat PSAK 32: Akuntansi Kehutanan); dan
    e) hasil tambang umum dan hasil tambang minyak dan gas bumi (lihat PSAK 33: Akuntansi Pertambangan Umum dan PSAK 29: Akuntansi Minyak dan Gas Bumi).
  • PSAK 14 (Revisi 2008) tidak berlaku untuk pengukuran persediaan bagi pialang-pedagang komoditi yang mengukur persediaannya pada nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual, sesuai dengan praktik yang berlaku pada industri. Ketika persediaan tersebut diukur pada nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual, maka perubahan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual diakui dalam laporan laba rugi pada periode terjadinya

Sumber: Paragraf 1-3 PSAK 14 (Revisi 2008) (IAI, 2008) dan IAS 2 (IASCF, 2009)

B. Konsep Utama

Persediaan didefinisikan dalam paragraf 5 PSAK 14 (Revisi 2008) sebagai aset:

(a) tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha biasa;
(b) dalam proses produksi untuk penjualan tersebut; atau
(c) dalam bentuk bahan atau perlengkapan untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa.

Contoh persediaan menurut paragraf 7 dan 18 PSAK 14 (Revisi 2008) adalah:

  • barang dagangan yang dibeli oleh pengecer untuk dijual kembali,
  • pengadaan tanah dan properti lainnya untuk dijual kembali.
  • barang jadi yang diproduksi,
  • barang dalam penyelesaian yang sedang diproduksi,
  • bahan serta perlengkapan yang akan digunakan dalam proses produksi.
  • biaya jasa seperti biaya tenaga kerja dan biaya personalia lainnya yang secara langsung menangani pemberian jasa, termasuk personalia penyelia, dan overhead yang dapat diatribusikan dan entitas belum mengakui pendapatan yang terkait dengan biaya jasa tersebut (lihat PSAK 23: Pendapatan).

C. Perlakuan Akuntansi

Persediaan harus diukur berdasarkan biaya atau nilai realisasi neto, mana yang lebih rendah (paragraf 8 PSAK 14 (Revisi 2008)). Biaya persediaan meliputi semua biaya pembelian,biaya konversi, dan biaya lain yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini. rincian penjelasan dari unsur biaya persediaan terlihat pada Tabel II.22. Sementara itu, nilai realisasi neto adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat penjualan.

Tabel II.22 Pengukuran Persediaan dalam PSAK 14 (Revisi 2008)

Perihal Deskripsi
Unsur biaya persediaan
  • Biaya pembelian
    Biaya pembelian persediaan meliputi harga beli, bea impor, pajak lainnya (kecuali yang kemudian dapat ditagih kembali oleh entitas kepada otoritas pajak), biaya pengangkutan, biaya penanganan,dan biaya lainnya yang secara langsung dapat diatribusikan pada perolehan barang jadi, bahan,dan jasa. Diskon dagang, rabat dan hal lain yang serupa dikurangkan dalam menentukan biaya pembelian. [par.10]
  • Biaya konversi
    Biaya konversi persediaan meliputi biaya yang secara langsung terkait dengan unit yang diproduksi, misalnya biaya tenaga kerja langsung. Termasuk juga alokasi sistematis overhead produksi tetap dan variabel yang timbul dalam mengonversi bahan menjadi barang jadi. Overhead produksi tetap adalah biaya produksi tidak langsung yang relatif konstan, tanpa memerhatikan volume produksi yang dihasilkan, seperti penyusutan dan pemeliharaan bangunan dan peralatan pabrik, dan biaya manajemen dan administrasi pabrik. Overhead produksi variabel adalah biaya produksi tidak langsung yang berubah secara langsung, atau hampir secara langsung, mengikuti perubahan volume produksi, seperti bahan tidak langsung dan biaya tenaga kerja tidak langsung [par.11]
  • Biaya lain
    Biaya-biaya lain hanya dibebankan sebagai biaya persediaan sepanjang biaya tersebut timbul agar persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini. Misalnya, dalam keadaan tertentu diperkenankan untuk memasukkan overhead nonproduksi atau biaya perancangan produk untuk pelanggan tertentu sebagai biaya persediaan. [par.14]
Teknik pengukuran biaya persediaan
  • Biaya standar
    Biaya standar memperhitungkan tingkat normal penggunaan bahan dan perlengkapan, tenaga kerja, efisiensi dan utilisasi kapasitas. Biaya standar di-review secara reguler dan, jika diperlukan, direvisi sesuai dengan kondisi terakhir. [par.19]
  • Metode eceran
    Metode eceran seringkali digunakan dalam industri eceran untuk menilai persediaan dalam jumlah besar item yang berubah dengan cepat, dan memiliki marjin yang sama saat tidak praktis untuk menggunakan metode penetapan biaya lainnya. [par.20]
Rumus biaya persediaan
  • Biaya persediaan untuk item yang biasanya tidak dapat diganti dengan barang lain (not ordinary interchangeable) dan barang atau jasa yang dihasilkan dan dipisahkan untuk proyek tertentu harus diperhitungkan berdasarkan identifikasi spesifik terhadap biayanya masing masing [par.21]
  • Biaya persediaan, kecuali yang disebut dalam paragraf 21, harus dihitung dengan menggunakan rumus (1) biaya masuk pertama keluar pertama (MPKP) atau first in first out (FIFO) atau (2) ratarata tertimbang. Entitas harus menggunakan rumus biaya yang sama terhadap semua persediaan yang memiliki sifat dan kegunaan yang sama. Untuk persediaan yang memiliki sifat dan kegunaan yang berbeda, rumusan biaya yang berbeda diperkenankan. [par.23]
Nilai realisasi neto
  • Biaya persediaan mungkin tidak akan diperoleh kembali jika persediaan rusak, seluruh atau sebagian persediaan telah usang, atau harga jualnya telah menurun. [par.26]
  • Biaya persediaan juga tidak akan diperoleh kembali jika estimasi biaya penyelesaian atau estimasi biaya untuk membuat penjualan telah meningkat. [par.26]
  • Praktek penurunan nilai persediaan di bawah biaya menjadi nilai realisasi neto konsisten dengan pandangan bahwa aset seharusnya tidak dinyatakan melebihi perkiraan jumlah yang dapat direalisasi dari penjualan atau penggunaannya. [par.26]

Sumber: Paragraf 10-26 PSAK 14 (Revisi 2008) (IAI, 2009) dan IAS 2 (IASCF, 2009)

Profil Penulis

Silahkan login untuk mengirim komentar/pertanyaan

List Komentar : 0
Banner training Finance & Accounting
Artikel lainnya
Artikel Terkait
Foto PSAK 19: Aset Tak Berwujud
Selasa, 15 April 2014
Aspek Akuntansi untuk Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara
Foto PSAK 16: Aset Tetap
Senin, 14 April 2014
Aspek Akuntansi untuk Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara
Foto PSAK 33: Akuntansi Pengupasan Lapisan Tanah dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Pertambangan Umum
Jumat, 11 April 2014
Aspek Akuntansi untuk Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara
indobokep borneowebhosting video bokep indonesia videongentot bokeper entotin bokepsmu videomesum bokepindonesia informasiku