ArticleFinance & Accounting  PSAK 23: Pendapatan
Kamis, 17 April 2014
Finance & Accounting
Aspek Akuntansi untuk Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara
PSAK 23: Pendapatan
by: Prianto Budi Saptono
Foto PSAK 23: Pendapatan

10. PSAK 23: Pendapatan

A. Tujuan dan Ruang Lingkup PSAK 23 (Revisi 2010)

PSAK 23 (Revisi 2010) merevisi PSAK 23 (1994): Pendapatan dan merupakan adopsi IAS 18 (2009): Revenue. Tujuan dan ruang lingkup PSAK 23 (Revisi 2010) terlihat pada Tabel II.23.
Secara umum PSAK 23 (Revisi 2010) tidak mengalami banyak perubahan dari PSAK sebelumnya.PSAK 23 (Revisi 2009) sudah dilengkapi dengan lampiran yang diadopsi dari Appendix IAS 18.
PSAK 23 yang direvisi tahun 2010 ini mulai berlaku efektif 1 Januari 2011.

Tabel II.23 Tujuan dan Ruang Lingkup PSAK 23 (Revisi 2010)

Perihal Deskripsi
Tujuan
  • Untuk mengatur perlakuan akuntansi atas pendapatan yang timbul dari transaksi dan kejadian tertentu.
  • Untuk mengidentifikasi keadaan-keadaan ketika kriteria pengakuan pendapatan terpenuhi, yaitu bila kemungkinan besar manfaat ekonomi masa depan akan mengalir ke entitas dan manfaat tersebut dapat diukur dengan andal.
  • Untuk memberikan panduan praktis dalam penerapan kriteria pengakuan pendapatan.
Ruang lingkup
  • PSAK 23 (Revisi 2010) diterapkan dalam akuntansi pendapatan yang timbul dari transaksi dan kejadian berikut ini:
    a) penjualan barang;
    b) penjualan jasa; dan
    c) penggunaan aset entitas oleh pihak lain yang menghasilkan bunga, royalti, dan dividen [par.1].
  • PSAK 23 (Revisi 2010) tidak mengatur pendapatan yang timbul dari:
    a) perjanjian sewa (lihat PSAK 30 (Revisi 2011): Sewa);
    b) dividen yang timbul dari investasi yang dicatat sesuai metode ekuitas (lihat PSAK 15 (revisi 2009): Investasi pada Entitas Asosiasi);
    c) kontrak asuransi yang termasuk dalam ruang lingkup PSAK 28: Akuntansi Asuransi Kerugian dan PSAK 36: Akuntansi Asuransi Jiwa.
    d) perubahan nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan atau pelepasannya (lihat PSAK 55 (Revisi 2011): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran);
    e) perubahan nilai aset lancar lainnya;
    f) ekstraksi hasil tambang (lihat PSAK 33 (Revisi 2011): Aktivitas Pengupasan Lapisan Tanah dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Pertambangan Umum dan PSAK 64: Aktivitas Eksplorasi dan Evaluasi pada Pertambangan Sumber Daya Mineral) [par.5].

Sumber: Paragraf 1-5 PSAK 23 (Revisi 2010) (IAI, 2010) dan IAS 18 (IASCF, 2009)

B. Konsep Utama

Dalam bahasa akuntansi, pendapatan merupakan bagian dari penghasilan. Definisi penghasilan terihat pada Tabel II.23. Sementara itu, pendapatan dalam paragraf 6 PSAK 23 (Revisi 2010) didefinisikan sebagai arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal entitas selama suatu periode jika arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal.

Tabel II.24 Penghasilan dalam PSAK 23 (Revisi 201) dan UU PPh

Perihal Deskripsi secara akuntansi Pengertian secara pajak
Pengertian penghasilan Peningkatan manfaat ekonomi selama periode akuntansi dalam bentuk arus masuk atau peningkatan aset atau penurunan liabilitas yang mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal Setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia,yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apapun
Pembagian penghasilan a) Pendapatan (revenue)
b) Keuntungan (gain)
a) Penghasilan yang tidak dikenakan pajak atau non objek pajak
b) Penghasilan yang dikenakan pajak bersifat final
c) Penghasilan selain dari butir a dan b di atas

Sumber:PSAK 23 (Revisi 2010) hal. 23.1 tanpa paragraf (IAI, 2010), IAS 18 hal. 1208 (IASCF, 2009), dan UU PPh.

Permasalahan utama dalam akuntansi pendapatan adalah menentukan saat pengakuan pendapatan. Sebagaimana diuraikan dalam tujuan PSAK 23 (Revisi 2010) di Tabel II.24,pendapatan diakui bila kemungkinan besar manfaat ekonomi masa depan akan mengalir ke entitas dan manfaat ini dapat diukur dengan andal..

C. Perlakuan Akuntansi

Pengakuan pendapatan untuk penjualan barang, penjualan jasa, dan penggunaan aset entitas oleh pihak lain yang menghasilkan bunga, royalti, dan dividen diuraikan lebih detil dalam Tabel II.25. Redaksi pengertian nilai wajar dalam Tabel II.25 sedikit berbeda dengan paragraf 6 PSAK 23 (Revisi 2010) tanpa mengurangi arti nilai wajar, sebagaimana tercantum dalam paragraf 7 IAS 18 (2009).

Tabel II.25 Kriteria Pengakuan Pendapatan dalam PSAK 23 (Revisi 2010)

No Perihal Deskripsi
1. Pengukuran
  • Pendapatan diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau dapat diterima [par. 8]
  • Nilai wajar adalah jumlah yang dipakai ketika suatu aset dapat dipertukarkan atau suatu liabilitas diselesaikan di antara pihak-pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan dalam suatu transaksi yang wajar. [par.6]
2. Kriteria pengakuan
a. Penjualan barang [par. 13]
Pendapatan dari penjualan barang diakui jika seluruh kondisi berikut dipenuhi:
a) entitas telah memindahkan risiko dan manfaat kepemilikan barang secara signifikan kepada pembeli;
b) entitas tidak lagi melanjutkan pengelolaan yang biasanya terkait dengan kepemilikan atas barang ataupun melakukan pengendalian efektif atas barang yang dijual;
c) jumlah pendapatan tersebut dapat diukur dengan andal;
d) kemungkinan besar manfaat ekonomi yang terkait dengan transaksi tersebut akan mengalir kepada entitas tersebut; dan
e) biaya yang terjadi atau akan terjadi sehubungan transaksi penjualan tersebut dapat diukur dengan andal
b. Penjualan Jasa
  • Jika hasil transaksi yang terkait dengan penjualan jasa dapat diestimasi dengan andal, pendapatan sehubungan dengan transaksi tersebut harus diakui dengan acuan pada tingkat penyelesaian dari transaksi pada tanggal neraca. Hasil transaksi dapat diestimasi dengan andal jika seluruh kondisi berikut ini dipenuhi:
    a) jumlah pendapatan dapat diukur dengan andal;
    b) kemungkinan besar manfaat ekonomi sehubungan dengan transaksi tersebut dapat diperoleh entitas;
    c) tingkat penyelesaian dari suatu transaksi pada tanggal neraca dapat diukur dengan andal; dan
    d) biaya yang timbul untuk transaksi dan biaya menyelesaikan transaksi tersebut dapat diukur dengan andal [par. 19]
  • Jika hasil transaksi terkait dengan penjualan jasa tidak dapat diestimasi dengan andal, maka pendapatan diakui hanya yang berkaitan dengan beban terakui yang
    dapat terpulihkan [par.25].
c. Bunga, royalti, dividen [par 28]
  • Pendapatan yang timbul dari penggunaan aset entitas oleh pihak lain yang menghasilkan bunga, royalti, dan dividen diakui atas dasar yang dijelaskan dalam paragraf 30, jika:
    a) kemungkinan besar manfaat ekonomi sehubungan dengan transaksi tersebut akan diperoleh entitas; dan
    b) jumlah pendapatan dapat diukur dengan andal.
  • Pendapatan diakui dengan dasar sebagai berikut:
    a) bunga diakui menggunakan metode suku bunga efektif seperti yang dijelaskan di PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen keuangan: Pengakuan dan Pengukuran paragraf 8 dan PA 17-20;
    b) royalti diakui atas dasar akrual sesuai dengan substansi perjanjian yang relevan; dan
    c) dividen diakui jika hak pemegang saham untuk menerima pembayaran ditetapkan
3 Pertukaran barang dan jasa [par.11]
  • Untuk pertukaran barang atau jasa dengan sifat dan nilai yang serupa, pertukaran tersebut tidak dianggap sebagai transaksi yang menghasilkan pendapatan
  • Untuk pertukaran barang atau jasa yang tidak serupa, pertukaran tersebut dianggap sebagai transaksi yang menghasilkan pendapatan:
    a) Ketika nilai wajar dapat diukur secara andal, pendapatan tersebut diukur pada nilai wajar dari barang atau jasa yang diterima, disesuaikan dengan jumlah kas atau setara kas yang dialihkan.
    b) Ketika nilai wajar dari barang atau jasa yang diterima tidak dapat diukur secara andal, pendapatan tersebut diukur pada nilai wajar dari barang atau jasa yang diserahkan, disesuaikan dengan jumlah kas atau setara kas yang ditransfer

Sumber: Paragraf 11, 13-28 PSAK 23 (2010)) (IAI, 2010) dan IAS 18 (IASCF, 2009)

Catatan:
Struktur bahasa dalam pengertian Nilai Wajar sedikit berbeda dengan par. 6 PSAK 23 karena menyesuaikan dengan bahasa asilnya yang berbunyi “Fair value is the amount for which an asset could be exchanged, or a liability settled, between knowledgeable, willing parties in an arm’s length transaction.” [par. 7 IAS 18]

Profil Penulis

Silahkan login untuk mengirim komentar/pertanyaan

List Komentar : 0
Banner training Finance & Accounting
Artikel lainnya
Artikel Terkait
Foto PSAK 14: Persediaan
Rabu, 16 April 2014
Aspek Akuntansi untuk Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara
Foto PSAK 19: Aset Tak Berwujud
Selasa, 15 April 2014
Aspek Akuntansi untuk Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara
Foto PSAK 16: Aset Tetap
Senin, 14 April 2014
Aspek Akuntansi untuk Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara
indobokep borneowebhosting video bokep indonesia videongentot bokeper entotin bokepsmu videomesum bokepindonesia informasiku