ArticleExport & Import  Syarat Penyerahan Pengapalan Cargo dari Eksportir kepada Importir [1]
Selasa, 19 Mei 2015
Export & Import
Incoterm 2010
Syarat Penyerahan Pengapalan Cargo dari Eksportir kepada Importir [1]
by: Sutomo Asngadi, SS, MM
Foto Syarat Penyerahan Pengapalan Cargo dari Eksportir kepada Importir [1]

Pihak eksportir dan importer harus menyadari betul pentingnya syarat penyerahan pengapalan cargo. Karena perdagangan ekspor impor menyangkut hubungan antar dua Negara. Tentu saja masing-masing Negara mempunyai ketentuan spesifik dalam mengatur lalu lintas barang ekspor impor. Oleh karena itu batas-batas hak dan tanggung jawab antara eksportir dan importer harus jelas. Siapa yang menanggung pengapalannya, siapa yang menanggung resiko dalam perjalanannya, dan siapa yang bertanggung jawab atas tugas pengurusan yang timbul sebagai konsekuensi dari proses pengantaran barang. Untuk mengatasi kendala tersebut lalu lintas cargo ekspor impor perlu adanya ketentuan dan syarat penyerahan pengapalan cargo.

Adalah International Commercial Chamber (ICC), institusi perdagangan swasta International, bersifat independen tidak berafiliasi kepada Negara manapun di dunia yang membuat suatu pedoman dalam hal persyaratan penyerahan pengapalan kargo ekspor impor. Pedoman tersebut dinamakan INCOTERM (International Commerce Term). Incoterm dibuat pertama kali pada tahun 1936 dan mengalami beberapa kali perubahan, dan perubahan terakhir adalah pada tahun 2010. Oleh karena itu istilah incoterm sekarang disebut dengan INCOTERM 2010.

Incoterm 2010 sudah diakui oleh pemerintah, otoritas hukum dan para pelaku bisnis hampir di semua negara di dunia sebagai rujukan utama bagi penafsiran berbagai istilah yang biasa digunakan dalam transaksi komersial di dunia internasional. Fungsi utama dari Incoterm 2010 adalah pedoman penagaturan dalam rangka menyeragamkan penafsiran persyaratan Perdagangan yang menetapkan hak dan kewajiban importir dan eksportir dalam transaksi internasional. Dengan incoterm 2010 ini , pihak eksportir dan importer paham akan hak dan kewajiban menyangkut penyerahan barang dan pembagian resiko.

Perubahan Incoterm 2000 menjadi Incoterm 2010 adalah ada kategori yang terdapat pada INCOTERMS 2000 Dikurangi dari 13 menjadi 11. Terminology yang dihilangkan adalah : DAF, DES, DEQ, DDU dan terminology baru yang diperkenalkan adalah DAT, DAP.

Pengelompokan dalam Incoterm 2010 terdiri dari 11 terminologi yang bisa dikelompokkan dalam 4 kategori, yaitu:

  1. “E”-term. EXW adalah satu-satunya terminologi dalam kategori ini. Dalam hal ini eksportir hanya bertanggungjawab untuk menyediakan barang yang dijualnya kepada importir di tempat si eksportir.
  2. “F”-terms Yang masuk dalam kategori ini adalah FOB, FAS, dan FCA. Inti dari kategori ini adalah bahwa eksportir diminta untuk mengirimkan barang ke pengangkut yang ditunjuk oleh importir.
  3. “C”-terms CFR, CPT, CIP, dan CIF masuk dalam kategori ini. Pada kategori ini si eksportir adalah pihak yang harus terlibat dalam kontrak pengangkutan dengan perusahaan angkutan. Akan tetapi segala resiko atau kerugian akibat kerusakan atau kehilangan terhadap barang atau semua biaya tambahan yang muncul akibat peristiwa-peristiwa yang timbul setelah barang dikapalkan atau diserahkan kepada pengangkut beralih dari eksportir kepada importir.
  4. “D”-terms, DDP, DAT, dan DAP adalah terminologi-terminologi yang masuk dalam kategori ini. Pada pokoknya, kelompok ini mempersyaratkan kepada eksportir untuk menanggung segala biaya dan resiko untuk membawa barang yang dijualnya kepada importir ke tempat tujuan.
Profil Penulis

Silahkan login untuk mengirim komentar/pertanyaan

List Komentar : 0
indobokep borneowebhosting video bokep indonesia videongentot bokeper entotin bokepsmu videomesum bokepindonesia informasiku