EventsAudit & Risk Management  Deteksi Kecurangan Data Menggunakan Audit Command Language (ACL)

Deteksi Kecurangan Data Menggunakan Audit Command Language (ACL)

Senin - Rabu, 24 - 26 Juni 2013, pukul 00:00 - 00:00 WIB
, Yogyakarta
Bonus : Tas Eksklusif dan Flashdisk

Training Description :

Pelatihan intensif tiga hari ini didesain bagi auditor pemula dan senior untuk dapat menguasai aplikasi Audit Command Language (ACL) pada fraud risk assessment terutama pada pengevaluasian dan pendeteksian fraud.

Bagaimana mendeteksi kecurangan menggunakan ACL ??

Fraud auditing adalah audit yang dilaksanakan terhadap kecurangan (fraud). Fraud auditing merupakan disiplin ilmu yang relative baru, mulai dikenal pada abad ke-20, ia berkembang seiring dengan meningkatnya transaksi ekonomi dan maraknya kejahatan dalam dunia bisnis, sehingga dibutuhkan suatu metode untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas, mengurangi pemborosan, serta mengungkapkan penyimpangan-penyimpangan oleh perusahaan public dan instistusi pemerintah.

Kecurangan atau Fraud harus dapat dideteksi sedini mungkin. Salah satu tools atau alat yang dapat mendeteksi adanya kecurangan tersebut adalah Audit Command Language. Dalam wikipedia dijelaskan bahwa ACL atau yang sebelumnya dikenal sebagai Audit Command Language, adalah software (perangkat lunak) untuk mengekstrasi dan menganalisis data yang digunakan untuk mencegah dan mendeteksi kecurangan. Dengan sampling data yang besar, ACL digunakan untuk menemukan berbagai penyelewengan atau pola dalam transaksi yang dapat mengindikasikan adanya kelemahan pengendalian atau kecurangan. Kecurangan itu sendiri dapat dilakukan dalam tiga bentuk, yaitu kecurangan dalam laporan keuangan (dilakukan oleh pihak manajemen), korupsi, dan penyalahgunaan asset (dilakukan oleh karyawan). Untuk dapat mendeteksi berbagai kecurangan itu, auditor harus mempunyai pemahaman yang baik atas pengendalian internal yang diterapkan oleh perusahaan beserta kelemahan-kelemahannya. Dengan demikian, auditor dapat mengembangkan profil kecurangan untuk mengidentifikasi berbagai karakteristik data yang diperkirakan memiliki skema kecurangan jenis tertentu. Misalnya kecurangan dalam hal :

  • Penggajian dapat dideteksi dengan menggunakan fungsi JOIN, yaitu sebuah fasilitas dalam ACL yang dapat menggabungkan dua file sekaligus dengan mendeteksi kelainan isi recordnya
  • Pembayaran ke pemasok fiktif, hal ini juga dapat terdeteksi dengan menggunakan fungsi JOIN.

ACL merupakan salah satu perangkat lunak audit yang digeneralisasi (generalized audit software—GAS). GAS memungkinkan auditor untuk dapat mengakses berbagai jenis file/data elektronik dan melakukan berbagai operasi untuk mengujinya secara komprehensif. GAS banyak digunakan auditor karena mudah dalam penggunaannya (hanya membutuhkan sedikit latar belakang ilmu komputer), dapat digunakan dalam sistem mainframe maupun personal computer-PC, serta dapat mengaudit data yang disimpan dalam hampir semua struktur dan format file. Dengan menggunakan GAS seperti ACL ini, maka diharapkan auditor akan mampu melakukan pengujian tanpa harus melibatkan/bergantung pada staff layanan komputer klien.

Tujuan & Manfaat Pelatihan :

  • Menguasai penggunaan ACL dalam proses pendeteksian dan pencegahan kecurangan.
  • Memahami hubungan antara ACL dan CAATS (Computer-Assisted Audit Techniques)
  • Mempelajari teknik dan aplikasi ACL
  • Mempraktekan aplikasi ACL pada live data
  • Simulasi

Computer Assisted Audit Tools and Technique (CAATTs)

ACL for Windows atau ACL merupakan salah satu alat dan teknik audit berbantuan komputer (Computer Assisted Audit Tools and Techniques—CAATT). Ada beberapa jenis tools yang termasuk ke dalam CAATTs diantaranya IDEA (Interactive Data Analysis AUDIT-Easy,QSAQ,Random Audit Assistant,RAT-STATS Auto Audit,GRC on Demand. Dari banyak tools yang digunakan dalam CAATTs, namun penelitian baru dari The Institute of Internal Auditor (IIA) mengungkapkan bahwa analisis audit ACL yang paling sering digunakan untuk ekstraksi data, analisis data, deteksi penipuan dan investigasi, dan audit berkelanjutan. Di antara peserta survei yang menggunakan perangkat lunak audit untuk fungsi itu, 58 persen menggunakan ACL sebagai perangkat lunak utama untuk ekstraksi data, 51 persen untuk analisis data, 53 persen untuk deteksi penipuan dan investigasi, dan 65 persen untuk audit terus menerus. ACL juga terdaftar sebagai perangkat lunak primer atau sekunder digunakan untuk menilai risiko rencana audit tahunan dan untuk kepatuhan. Alasan yang diberikan untuk penggunaan ACL oleh peserta penelitian mencakup kemampuan untuk melihat kelemahan kontrol, kemudahan dan luasnya dengan yang pengguna dapat mengevaluasi data, dan kemampuannya untuk memberikan laporan pengecualian.

Sejak tahun 1987, ACL telah memungkinkan auditor untuk memastikan kepatuhan berkelanjutan, mengurangi risiko, mendeteksi fraud, meningkatkan profitabilitas, dan meningkatkan kinerja bisnis. ACL memberikan solusi untuk lebih dari 215.000 pengguna berlisensi di lebih dari 150 negara melalui jaringan global kantor ACL dan mitra saluran. Pelanggan kami meliputi 95 persen dari Fortune 100 perusahaan, 85 persen dari Fortune 500 dan lebih dari dua-pertiga dari 500 Global, serta ratusan nasional, negara, dan pemerintah daerah, dan Big Four kantor akuntan publik. www.acl.com

ACL For Windows

ACL for windows adalah salah satu teknik audit berbantuan komputer untuk ekstraksi dan analisis data. Software/perangkat lunak audit ini mudah digunakan (user friendly), dimana desain antarmuka dengan menu pull down, menu bar, button/toolbar sudah tidak asing lagi bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan program aplikasi berbasis windows lainnya. Software ACL dapat digunakan oleh user non teknis sampai expert user. Fasilitas Help yang secara interaktif membantu pengguna apabila menemukan kesulitan semakin memudahkan pengguna dalam mengoperasikan software ini.

ACL for Windows dapat memroses setiap tipe data. Software audit ini menggunakan fitur defini data (Input File Definition) untuk mengakses/membaca data yang disimpan dalam berbagai format file, antara lain database relasional melalui ODBC (seperti Microsoft Access dan Oracle), dBASE, delimited, .TXT, .DAT, dan format lain seperti PL/1, COBOL, dan AS/400 FDF. Selain itu, laporan hasil audit (analisis data) juga dapat diekspor atau disajikan dalam berbagai format file/data, antara lain .TXT, .HTML, .FIL, Dbase, Excel, Lotus, Delimited, Word, dan Word Perfect.

Penggunaan ACL for Windows untuk ekstraksi dan analisis data juga dapat memastikan integritas data. Hal ini karena ACL mempunyai akses secara read-only ke file data sumber (data asli) sehingga pengguna tidak dapat mengubahnya. ACL juga memungkinkan para penggunanya untuk menggabungkan data dari sistem yang berbeda untuk konversi, rekonsiliasi, dan kontrol sehingga dapat menjadi bagian dari sistem yang terintegrasi. Pengguna dapat membuat tampilan umum dari data yang berasal dari file yang berbeda dan menganalisisnya seolah-olah data itu ada dalam satu file. Tampilan adalah cara untuk melihat data dalam suatu file. Pengguna mungkin tidak membutuhkan semua data yang berada dalam sebuah file. ACL memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan tampilan asli yang dihasilkan dari proses definisi data menjadi tampilan yang sesuai dengan kebutuhan analisis penggunanya. Pengguna dapat dengan mudah membuat dan memformat ulang tampilan yang baru tanpa mengubah atau menghapus data dari file sumbernya. ACL for Windows mampu menganalisis sekumpulan data dalam jumlah besar secara keseluruhan. Hal ini mengeliminir software lain yang hanya mengambil data secara sample saja.

ACL mampu menangani ukuran file yang tidak terbatas atau unlimitted record. Maka secara otomatis dapat mengurangi kesalahan dalam pemilihan data. Software audit ini menyediakan kemudahan dan keamanan dalam mengakses informasi yang mungkin berada pada platform komputer yang berbeda serta terdistribusi di beberapa sistem. Dengan kemampuan dan kecepatannya dalam mengakses data dengan ukuran file yang tidak terbatas, ACL for Windows memungkinkan para penggunanya untuk dapat menganalisis jutaan record data/transaksi. Tidak hanya itu, software ini juga menyediakan akses ke hampir semua sumber data, dan pada banyak kasus tanpa persiapan atau konversi terlebih dulu. Query dan manipulasi data dapat dilakukan pada file yang memerlukan persiapan dan konversi manual yang luas dengan software analisis lain. Dengan berbagai fitur tersebut, maka para pengguna seperti auditor, manajer, dan analis data dapat mengumpulkan berbagai jenis informasi yang diperlukannya, mengambil keputusan yang efektif untuk memperbaiki operasi sehari-hari.

Metode Pelatihan :

Pelatihan disajikan dalam bentuk interaktif kelas, pembahasan studi dan diskusi kelompok yang akan difasilitasi oleh instruktur yang berpengalaman secara akedemis maupun professional. Pada akhir sesi para peserta akan diajak untuk membahas studi kasus yang akan diterapkan setelah mengikuti pelatihan ini.

Outline :

  1. Mengintegrasikan Teknik Audit Otomatis ke Pendekatan Internal Audit
    • Statistik dan daftar kasus kecurangan yang sering terjadi
    • Alasan mengapa perusahaan perlu mengelola risiko kecurangan
    • Peluang untuk mengintegrasikan teknik audit otomatis ke pendekatan audit internal dan hubungannya dengan penilaian risiko kecurangan secara keseluruhan
    • Sampel populasi vs lengkap & multi-platform lingkungan
    • Manfaat menggunakan teknologi untuk menganalisis data
  2. Menggunakan CAATS untuk mengidentifikasi kemungkinan Anomali dan kecurangan
    • Menjelaskan jenis skema kecurangan
    • Kecurangan dalam Pelaporan Keuangan
    • Penyalahgunaan Aset & Korupsi
    • Aplikasi Khusus
  3. Bagimana mendapatkan Data (apa yang tersedia dan bagaimana Anda mendapatkannya?)
    • Identifikasi Data
    • Menjelaskan pentingnya mengetahui TI perusahaan dan data yang dikumpulkan dan disimpan
    • Penjelasan langkah penting dalam menilai ketersediaan data
  4. Penjelasan Teknik Audit Berbantuan Komputer (CAATS)
    • Definisi CAATS
    • Komponen utama dari alat analisis data
    • Daftar tools utama yang biasa digunakan untuk analisis data
    • Walaupun ada banyak tools, kita akan menggunakan ACL untuk kelas ini)
  5. ACL Basics
    • ACL Overview
    • Membuat dokumen dan mendefinisikan file
    • Mengakses dan menganalisa data
    • Memanipulasi data
  6. Advanced ACL Techniques
    • Bekerja dengan lebih dari satu file
    • Scripting di ACL

Who should attend ?

  • Para staf professional yang terlibat dalam proses investigasi.
  • Para internal auditor (Lembaga Keuangan Bank maupun Non Bank, Perguruan Tinggi, Perusahaan lainnya) yang ingin meningkatkan kemampuan dalam fraud detection dan prevention.
  • Para auditor, dan manager finance yang ingin meningkatkan kemampuan pendeteksian kecurangan.
  • Para akademisi yang mengampu mata kuliah Pengauditan PDE (Pengolahan Data Elektronik)
Biaya per peserta : Rp 5.500.000 -
  • Rp 5.000.000 - (Early Bird) untuk pembayaran 7 hari sebelum tanggal acara
  • Rp 5.250.000 - / orang untuk pendaftaran group 2 orang peserta
Include : Lunch, 2x Coffee Break, Modul & Certificate of Accomplishment

Course Leader :

Catatan :
Komentar/pertanyaan Anda akan melalui proses moderasi, sehingga tidak otomatis langsung bisa tampil. Kita berhak untuk tidak menayangkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, iklan, atau berbau SARA, yang tidak berkaitan dengan topik training diatas.
List Komentar : 0